Berita

Negara yang paling banyak menggunakan ban sepeda motor

2025-11-17 0 Tinggalkan aku pesan

Berdasarkan data konsumsi tahun 2024, selain China, Iran dan Indonesia menjadi negara dengan penggunaan terbesarban sepeda motor, sedangkan India adalah negara konsumen inti dengan potensi pertumbuhan yang besar. Informasi spesifiknya adalah sebagai berikut:


1.Iran:Negara ini merupakan konsumen ban sepeda motor dan sepeda terbesar kedua setelah Tiongkok, dengan konsumsi sebesar 108 juta pada tahun 2024, atau mencakup 81% dari total konsumsi ban serupa di Timur Tengah. Frekuensi penggunaan sepeda motor lokal yang tinggi dan kondisi jalan yang buruk menyebabkan tingkat pengikisan ban juga tinggi. Ban lokal bahkan mungkin perlu diganti setiap dua tahun sekali, hal ini juga mendorong terus meningkatnya permintaan konsumsi ban.

2.Indonesia: Pada tahun 2024, konsumsi ban sepeda motor dan sepeda mencapai 38 juta, menempati peringkat ketiga secara global. Negara ini memiliki kepemilikan sepeda motor hampir 100 juta orang, dengan produksi tahunan sekitar 6 juta orang. Kepemilikan yang besar dan produksi tahunan telah mendorong permintaan ban meningkat sebesar 5% hingga 6% setiap tahunnya. Pada saat yang sama, sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia, negara ini juga memberikan landasan bagi pasokan dan konsumsi ban dalam negeri.

3. India:Meskipun tidak ada angka konsumsi spesifik untuk tahun 2024, pasar ban roda dua sangat besar, mencapai 2,84 miliar dolar AS pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5,42 miliar dolar AS pada tahun 2030. Di India, pendapatan kelas menengah meningkat, permintaan transportasi pedesaan meningkat, dan penjualan kendaraan roda dua juga meningkat. Akibatnya, permintaan ban, baik untuk perlengkapan asli maupun untuk pasar pengganti, meningkat pesat.

motorcycle tires



Berita Terkait
Tinggalkan aku pesan
X
We use cookies to offer you a better browsing experience, analyze site traffic and personalize content. By using this site, you agree to our use of cookies. Privacy Policy
Reject Accept